Aristoteles

A Medical Doctor Makes One Healthy, The Nature Creates The Health ..

Marilyn vos Savant

Experts say you can't concentrate on more than one task at a time ..

Napoleon

The worst in the business world is the situation of no decision ..

Antoine De Saint

You have to endure caterpillars if you want to see butterflies ..

Cermin Diri

Dikisahkan, ada seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya tidak harmonis. Ia sering kali cekcok hanya karena masalah kecil yang terjadi. Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan karyawan di perusahaannya sehingga harus berhenti bekerja. Sungguh, penderitaan yang dirasakannya sangat berat.

Di waktu yang senggang, dia berpikir, merenung, dan mengevaluasi diri. "Apa sebenarnya yang salah dengan hidupku? Mengapa setiap yang kukerjakan selalu mengalami kegagalan? Bagaimana caranya untuk mengubah kegagalan dengan kesuksesan?" ucapnya mencoba mencari-cari sumber masalah yang terjadi padanya.


Ia pun kemudian mencoba mencari jawaban dengan pergi ke toko buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban. Setelah beberapa buku habis dibaca, dia merasa tidak puas dan belum menemukan jawaban yang mampu mengatasi masalahnya.


Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya. "Kenapa aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu? Pasti aku akan mendapatkan ilmu yang lebih hebat dan tentu bisa lebih berhasil bila aku mendapatkan petunjuk langsung dari si penulis!" serunya.


Maka, ia pun segera mencari tahu bagaimana caranya menghubungi langsung para penulis buku-buku yang dibacanya. Setelah bertanya ke sana kemari, akhirnya ia berhasil menemui salah satu penulis buku dan menceritakan semua kegagalan yang dialaminya. Kemudian katanya, "Pak, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa membuat saya sukses. Bagaimana mengubah pengalaman kegagalan yang pernah saya alami dengan kesuksesan?"


Si penulis pun menjawab, "Kalau Anda membaca buku saya dengan teliti, dan menjalankan dengan nyata dari hari ke hari, tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses."


"Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku Bapak, tetapi tetap saja belum berhasil menerapkan rumus sukses yang Bapak tulis. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bertanya langsung kepada Bapak agar semua jawaban bisa saya dapatkan. Tolong saya, Pak."


Si penulis berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah, saya akan pertemukan Anda dengan seseorang. Orang inilah yang akan menjawab dan memberitahu kamu bagaimana cara meraih sukses dalam hidup ini."


Dengan gembira si pria berkata, "Waah, hebat sekali! Dan di mana orang itu bisa saya temui?"


Si penulis pun mengajak pria itu ke sebuah kamar, "Dia ada di dalam kamar ini."


Maka, pria itu pun mengetuk pintu dan setelah menunggu sesaat, dengan tidak sabar dia segera membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar. Namun dia heran karena tidak ada seorang pun di dalam kamar tersebut. Yang dia lihat hanyalah sebuah cermin besar yang ada di hadapannya.


Dalam kebingungannya, si penulis pun menghampiri dan berkata kepada pria tersebut, "Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di cermin itu adalah sang penolong yang Anda cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses. Saudaraku, sesungguhnya tidak ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa menolong diri melewati berbagai ujian dan tantangan. Tanpa Anda berani memulai dari diri sendiri untuk berusaha, belajar dan berjuang, ulet dan tidak menyerah pada keadaan, maka Anda tidak akan pernah meraih sukses!"


Seketika itu juga si pemuda tersadar. "Terima kasih, Pak. Selama ini saya selalu mencari sukses di luar diri saya. Menyalahkan orang lain dan keadaan yang membuat saya gagal.Mulai hari ini, saya akan segera mengambil tindakan, berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk mempraktikkan teori yang telah saya dapat dan pelajari! Saya akan bertanggung jawab atas diri sendiri dan apa pun yang telah menjadi keputusan saya tanpa mencari-cari alasan di luar diri saya. Terima kasih sekali lagi Pak. Saya mohon pamit. Semoga ilmu ini bisa mengubah cara pandang dan mampu menyelesaikan semua masalah yang saya hadapi."


Netter yang Luar Biasa!


Sukses bukanlah sekadar teori. Sukses itu perlu action! Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Kalauperasaan malas, tidak disiplin, tidak berani action, bimbang, ragu-ragu, dan sifat negatif lainnya yang menguasai diri kita, tentu nasib buruklah yang akan kita dapat.


Sebagaimanusia yang telah dikaruniai oleh Tuhan dengan segenap kelebihan, kitaharus berani mengembangkan diri untuk berpikir, bertindak, belajar dan berjuang.


Kalau mental kemandirian telah kita miliki, tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup, serta berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan mampu meraih sukses yang membanggakan! Setuju kan?


Salam sukses luar biasa!


HTC Rezound, 4.3 inch Gingerbread


HTC kembali meluncurkan dan memeprkenalkan ponsel terbarunya. Handphone HTC trebaru ini yaitu Ponsel HTC Rezound dengan tampilan yang asik untuk penggunanya.

Handphone baru HTC Rezound ini adalah salah satu ponsel smartphone high end yang berbasis Android 2.3.4 Gingerbread dengan Sense 3.5, dan dari pihak HTC sendiri berjanji akan menyediakan update Android 4.0 Ice Cream Sandwich untuk perangkat ini.

Ponsel terbaru HTC Rezound ini hadir dengan layar sentuh berukuran 4.3 inci yang memiliki resolusi HD (1280 x 720 piksel), dan dengan kerapatan piksel 342ppi. HP baru HTC Rezound ditenagai dengan prosessor dual core 1.5GHz dan RAM 1GB, Handphone baru HTC ini juga memiliki kapasitas memori internal 16GB plus slot microSD up to 32GB.

Handphone terbaru HTC Rezound juga dilengkapi dengan kamera 8 megapiksel f/2.2 dengan kemampuan merekam video HD 1080p dan dilengkapi juga dengan dual LED flash. Untuk SoalHarga HTC Rezound ini di bandrol dengan harga 2,7 jutaan.


Spesifikasi HTC Rezound :

GeneralNetwork2G : CDMA 800 / 1900
3G : CDMA2000 1xEV-DO
LTE
Announced2011, 4Q
Processor1.5 GHz dual-core Scropion processor, Adreno 220
SAR Rating
ColorAvailableBlack
SizeDimensions (mm)129 x 65.5 x 13.7
Weight (g)
DisplayTypeS-LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size720 x 1280 pixels, 4.3 inches (~342 ppi pixel density)
Lines0
MenuTouchscreen
DesignType
Blok
AntennaFixed Internal
KeysNavigationTouchscreen
QWERTYNo
Soft
OtherAccelerometer, Proximity, Gyro sensor
Lighting
MemoryPhonebookPractically unlimited entries and fields
Internal (MB)16 GB storage, 1 GB RAM
ExpansionmicroSD, up to 32GB
BatteryTypeStandard battery, Li-Ion 1620 mAh
Stand-by (hrs)
TalkTime(min)
RingtonesPolyphonic
CustomizationYes
AudioFormatMP3/AAC+/WAV/WMA
MP3 PlayerYes
Voice
FM Radio
Yes
A2DPYes
VideoFormatXviD/MP4/H.263/H.264/WMV
RecorderYes, 1080p@30fps, stereo sound recording
TVNull
EntertainmentGamesYes, Downloadable
MessagingSMS
Yes
Total SMS
MMS
Yes
EMS
No
EmailYes, Email, Push Email
IM
Push-To-Talk
ConnectivityHSDPARev. A, up to 3.1 Mbps; LTE Class 13
EDGE
BluetoothYes, v3.0
3G
Yes
GPRS

No
Infrared (IrDA)
No
USB Port
Yes
WIFI/WLANYes, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot
Data CableYes
Data Modem
GPS
Yes
SoftwareJava (J2ME)
Yes
WAP
No Info
Platform OS
Android OS
- 2.3.4 Gingerbread
BrowserHTML
Predictive Text Entry
Speech Codes
PIM Application
Others ApplicationSNS integration, Google Apps
PersonalThemes
Yes
Caller IDYes
Profile IDYes
CameraLens Type
CMOS,
8.0 Megapixel
Digital zoom
Max. Resolution3264x2448 pixels
Flash
Yes
Night Mode
No
Multi Shot
FrameTypes
Extra FeaturesAutofocus, Dual LED Flash, Geo Tagging, touch-focus, image stabilization, face detection, instant capture
Photo FormatJPG
Front CameraYes, 2 megapixels


Garam Dalam Air

Alkisah, tampak seorang murid berwajah murung akhir-akhir ini. Ia mengerjakan segala sesuatu dengan gelisah dan tidak bersemangat, seakan banyak masalah yang ada di pikirannya. Sang guru yang memperhatikan murid tersebut, memanggil ke ruangannya dan berkata:

"Bapak perhatikan, kenapa kamu selalu murung anakku? Bukankah banyak hal indah di kehidupan ini? Ke mana perginya wajah ceria dan bersemangat kepunyaanmu dulu?"


"Guru, belakangan ini hidup saya sedang penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang tidak ada habis-habisnya. Serasa tak ada lagi sisa untuk kegembiraan," jawab si murid sambil tertunduk lesu.


Sambil tersenyum bijak sang guru berkata,"Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam di dapur. Bawalah kemari. Biar bapak coba perbaiki suasana hatimu itu."


Si murid pun bergegas melakukan permintaan gurunya sambil berharap dalam hati mudah-mudahan gurunya memberi jalan keluar bagi permasalahan hidupnya.


Setibanya di hadapan sang guru, "Ambil garamnya dan masukkan ke segelas air itu, kemudian aduk dan coba kamu minum."


Wajah si murid langsung meringis setelah meminum air asin tersebut.

"Bagaimana rasanya?" tanya sang guru dengan senyum lebar di bibirnya.
"Asin, tidak enak, dan perutku rasanya jadi mual," jawab si murid dengan wajah masih meringis.

Kemudian sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. Danau itu begitu indah, airnya bening karena sumber air alam yang selalu mengairi di situ.


"Ambil air garam dan garam yang tersisa dan tebarkan ke danau," perintah sang guru. Si murid dengan patuh memenuhi permintaan gurunya.

"Sekarang, coba kamu minum sedikit air danau itu". Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air di danau dan meminumnya. "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid. "Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah sini."


"Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi?"


"Tidak, tidak sama sekali guru," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.


"Nak, segala masalah dalam hidup ini sama seperti segenggam garam. Tidak kurang tidak lebih. Rasa 'asin' sama seperti masalah, kesulitan, penderitaan yang dialami setiap manusia, dan tidak ada manusia yang bebas dari permasalahan dan penderitaan. Benar kan?


Tetapi Nak, seberapa rasa 'asin' dari penderitaan yang dialami setiap manusia sesungguhnya tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Maka, jangan memiliki kesempitan hati seperti gelas tadi, tetapi jadikan hatimu menjadi sebesar danau sehingga semua kesulitanmu tidak akan mengganggu rasa di jiwamu dan kamu tetap bisa bergembira walaupun sedang dilanda masalah. Nah, mudah-mudahan penjelasan gurumu ini bisa memperbaiki suasana hatimu."


Netter yang Luar Biasa!!


Seorang filsuf besar pernah berkata, "Life is suffering. Hidup adalah penderitaan". Memang, kenyataan di kehidupan ini adalah, segala sesuatu yang tidak sesuai dengan selera kita, membuat kita menderita.


Kadar penderitaan, tentu setiap orang berbeda. Tergantung cara pandang dan keikhlasan kita dalam menyesuaikan dengan selera kita. Maka selayaknya kita harus terus belajar dan memperluas wawasan kebijaksanaan, agar jangan sampai masalah yang menguasai kita. Tetapi kitalah yang mengendalikan masalah. Sehingga, masalah yang datang bukan lagi dipandang sebagai penderitaan, tetapi bagian dari kehidupan yang harus kita jalani.


Salam sukses, luar biasa!!

Batu-batu Berharga

Alkisah, di sebuah sekolah perniagaan, seorang guru besar sedang menyampaikan mata pelajaran tentang ekonomi sosial. Di depan kelas, dengan hati-hati si guru meletakkan sebuah toples kaca di atas meja. Dengan diikuti tatapan mata para siswanya, dia mengeluarkan sekantong penuh batu dan memasukannya satu persatu ke dalam toples itu sampai tidak ada lagi batu yang bisa dimasukkan lagi. Setelah melakukan hal tersebut, si guru bertanya kepada para siswanya, "Anak-anak, apakah toples ini sudah penuh?"
"Ya!" jawab mereka serempak.

Sambil tersenyum, sang guru meraih tas kedua dari bawah mejanya yang berisi batu kerikil. Dia kemudian menuangkan kerikil itu sambil menggoyang-goyangkan toples untuk mengisi celah-celah di antara batu-batu yang telah ada di dalam toples tadi. Untuk kedua kalinya, dia bertanya kepada para siswanya, "Sekarang, apakah toples ini sudah penuh?" 
"Belum!" jawab mereka setelah tahu arah pertanyaan si guru.

Kali ini jawaban mereka benar. Si guru mengambil kantong berisi pasir halus. Ia pun kemudian menuangkan pasir halus ke dalam toples untuk mengisi celah-celah di antara batu-batu besar dan kerikil-kerikil yang telah dimasukkan sebelumnya. Lagi-lagi dia bertanya, "Nah, apakah sekarang toples ini sudah penuh?" 
"Mungkin penuh, mungkin juga belum penuh Pak. Yang tahu jawabannya cuma bapak," jawab para siswa.

Jawaban itu membuat si guru tersenyum. Ia lantas mengeluarkan seteko air dan menuangkan ke dalam toples hingga air pun memenuhi permukaan toples. Dia meletakkan teko dan memandang ke seluruh kelas. 
"Lantas, dari hal-hal tadi, pelajaran apakah yang dapat kalian petik?" 
"Tak peduli seberapa padat jadwal kegiatan kita, selalu akan bisa ditambahkan sesuatu ke dalamnya," jawab seorang siswa karena merasa sedang mengikuti kelas perniagaan.

"Bukan sekadar itu! Yang ditunjukkan disini adalah dengan memasukkan batu-batu besar lebih dahulu, disusul batu kerikil lalu pasir, dan terakhir air, maka cara seperti itu bisa membuat toples terisi secara maksimal. Artinya, ini merupakan sebuah pelajaran tentang prioritas. Kalian mengerti?" sebut si guru. Serentak para murid pun mengangguk-anggukkan kepala, tanda mendapat jawaban dan pelajaran yang memuaskan. 

Pembaca yang budiman,
Pengertian tentang prioritas sangatlah penting. Sebab, kadangkala kita melakukan pekerjaan dengan hasil yang tidak optimal, hanya karena kita tidak memperhitungkan dengan cermat mana pekerjaan yang penting dan mendesak untuk lebih dahulu dikerjakan.

Jikalau kita mampu memilih dan memilah pekerjaan dengan memprioritaskan atau mendahulukan pekerjaan yang penting dan mendesak, maka, apa yang kita lakukan akan bisa berjalan lebih efektif dan berdayaguna. Dengan begitu, hasil yang dicapai pun akan bisa lebih maksimal.

Itulah inti dari pengertian prioritas. Cukup sederhana, namun membutuhkan latihan demi latihan, dalam praktek pekerjaan atau kegiatan di kehidupan kita sehari-hari. Maka, mari kita raih kesuksesan dengan cara membangun kebiasaan menentukan skala prioritas dalam segala aktivitas yang kita lakukan.